Fenomena Krisis Ekonomi Baru: Sebuah Preview

Fenomena Krisis Ekonomi Baru: Sebuah Preview

“Akankah kita akan masuk pada model krisis baru yang berbeda dari tahun 2008 …. ?”

Membaca dan menganalisa kondisi perekonomian global saat ini, menunjukkan tanda-tanda kemunduran ekonomi pada tahun 2014 ini dan di tahun 2015 nanti. Bagaimana fenomena perekonomian dunia setelah di triwulan terakhir 2013 lalu menunjukkan tren positif di banyak negara, akankah tren itu berlanjut sepanjang 2014 ?. Ataukah itu hanya sebuah perulangan yang bersifat tahunan dan biasa terjadi untuk menggairahkan bursa di bulan Januari yang kita kenal dengan Januari efek.

Seberapa besar beban-beban (burdens) ekonomi di berbagai kawasan belahan dunia saat ini ? Kita akan mulai melihat tanda-tanda ketidak stabilan keuangan global yang berbeda dengan kondisi dimulainya krisis global 2008. Masalah besar telah mulai terjadi di beberapa kawasan, AS, Eropa, Jepang, Amerika Latin dan Asia. Berikut catatan penulis terkait akan munculnya krisis ekonomi global :

(1) Krisis Amerika Serikat dan Perlambatan Ekonomi China

Beban krisis ekonomi di Amerika Serikat masih akan berdampak bagi kebijakan makro AS, normalisasi kebijakan The Fed dan melambatnya pertumbuhan ekonomi China masih akan terus  mewarnai jalannya drama perekonomian global tahun 2014 ini. China akan menerapkan “develaraging“, dan efek deflasi ini akan berpengaruh secara global. Perilaku pasar saham AS terus paralel perilaku pasar saham AS pada tahun 1929 .

Kondisi perekonomian Amerika Serikat masih jauh dari normal,  saat ini saja 91 juta orang Amerika dewasa menganggur sebagaimana dirilis Departement Tenaga Kerja AS, dan mereka enggan dan tidak mau bekerja. Atas dasar kondisi makin besarnya jumlah pengangguran, Presiden AS Obama telah mengangkat orang yang tepat sebagai ketua  The Fed (chairwoman) dalam rangka bersama-sama para secretary of state mengatasi pengangguran yang tinggi tersebut.

Ketua Federal Reserve yang baru Kanet Yalen adalah figur baru pengganti Ben Benarke. Ia masuk dengan misi yang maha berat, mengakiri krisis ekonomi dan wabah pengganguran yang melanda AS dan mengurangi beban defisit anggaran AS. Tentu masih akan berat !

(2) Inflasi Jepang

Data perdagangan Januari akan yang telah dirilis oleh Departemen Keuangan Jepang pada 20 Februari 2014 lalu menunjukkan bahwa Yen telah jatuh sekitar 23 persen terhadap dolar sejak akhir 2012, oleh  karenanya pemerintah dibawah Perdana Menteri Shinzo Abe memulai sebuah stimulus untuk melakukan  ”upaya agresif”  dalam rangka mengakhiri 15 tahun deflasi . Sebagai bagian dari upaya Abe , Bank of Japan meluncurkan program pelonggaran kuantitatif besar-besaran pada bulan April  2013 tahun lalu

Namun upaya itu tidak akan banyak membantu ekonomi Jepang, malah tahun ini akan menjadi tahun terburuk bagi perekonomian Jepang sepanjang satu dekade ini. Defisit perdagangan Jepang akan segera dimulai karena perlemahan Yen mendorong kenaikan impor dan melambatkan ekspor, defisit perdagangan Jepang diperkitrakan membengkak mencapai 2,5 trilyun Yen ($24,5 milyar). Indeks saham Nikkei Jepang telah jatuh sebesar 14 persen sampai Februari tahun 2014 ini . Inflasi diperkirakan akan meroket (booming) dan jauh diatas perkiraan pemerintahan Jepang. dampak memburuknya perekonomian Jepang akan berpengaruh besar terhadap ekonomi kawasan Asia.

(3) Kondisi Yunani, Ukraina dan Italia

Tingkat pengangguran di Yunani mencapai rekor nasional tertinggi sebesar 28 persen, dimana didominasi oleh kaum mudanya sebesar 64 %. Hutang Yunani semakin mendekati tingkat yang mengkuatirkan, inflasi nampak tidak terkendali. sedangkan kondisi perekonomian Ukraina juga semakin memburuk, lembaga pemeringkat ratingFitch telah menurunkan (downgrade) hutang Ukraina ke tingkat yang lebih rendah, dari B ke tingkat CCC (pra-default level).

Krisis ekonomi telah berakibat krisis politik, perdana menteri Italia mundur tiga hari yang lalu, kredit macet telah memecahkan rekor tertinggi, pengganguran meningkat dan output industri menurun. Kemunduran ekonomi Italia akan mendorong dimungkinkannya keluarnya Italia dari European Union (EU) atau Masyarakat Ekonomi Eropa di bulan Juni 2014 nanti.

(4). Amerika Latin

Perekonomian Argentina dan Brazil menunjukan kemunduran yang akut. Inflasi di Argentina saat ini telah melampaui 40%, mata uang Peso jatuh, begitu pula tren penurunan ekonomi di Brazil, inflasi merangkak naik, angka penganguran makin tinggi, diperkirakan akan terjadi gejolak politik di akhir tahun 2014 ini yang menuntut Presiden Dilma Rousseff untuk merestorasi kebijakan ekonominya.

Kondisi di Venezuela makin parah akibat kekacauan ekonomi, gang-gang bandit berkeliaran di jalan untuk merampok di jalan-jalan Venezuela. Argentina dan Brazil akan menggerakan resesi ekonomi baru di Amerika Latin.

(5). Kondisi di Asia dan Afrika (diluar China dan Jepang), Turki, India, Thailand, Australia dan Ghana

Gejolak ekonomi dan politik di Turki telah berada di luar kendali . Pemerintah terpaksa menggunakan semprotan merica dan meriam air dalam upaya untuk membubarkan unjuk rasa dan  memulihkan ketertiban.

Bank Sentral India berada dalam kondisi  panik karena efek tapering The Fed yang mempengaruhi sistem keuangan mereka, hal yang sama juga dirasakan di Thailand. Di Australia tingkat penggangguran telah mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir ini, pemerintah berusaha keras menutup pintu bagi imigran gelap yang membludak akhir-akhir untuk mengatasi dampak sosial ekonomi yang makin tinggi saat ini. Salah satu ekonom Ghana paling terkemuka  mengatakan bahwa ekonomi Ghana akan “crash” pada bulan Juni apabila kebijakan yang radikal tidak segera diwujudkan . Ghana akan menjadi salah satu pemicu atau “pembuka” pintu masuk krisis ekonomi di kawasan benua Afrika.

Atas dasar kondisi diatas, maka kemungkinan :

(1). mata uang GBP akan terapresiasi tehadap USD, diperkirakan 1 GBP akan beranjak pada 1,60-17,0 USD,

(2) indeks FTSE 100 akan berada diatas 7000,

(3). indeks S &P (WTI benchmarck) antara 1700 sampai dengan 2000

(4) Harga minyak yang sekarang $93 per barrel akan naik diatas $100 hingga $115 per barrel,

(5). Harga emas akan meroket, saya perkirakan mengikuti pola atau tren tahun 1976-1980 (dimana harga emas yang $100 per ounce telah meroket naik menjadi $850 per ounce), dan tahun 2014-2015 bergerak naik  antara $1050 hingga $1450 per ounce nya.

Referensi:

http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2014/02/16/kini-91-juta-pengangguran-beratkan-as-634520.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s