JURNAL 1

ETIKA BISNIS

BEKERJA SESUAI DENGAN ETIKA BISNIS RESTAURANT CEPAT SAJI DI KOTA BEKASI

 

Wanto

Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

Wanto.wanti93@yahoo.com

ABSTRAK

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma, dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan atau mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

Semua penerapan etika bisnis yang ada dapat diterapkan dengan baik oleh semua karyawan akan terapi etika  bisnis ini akan tidak berlaku atau berkurang kadarnya dalam artian tidak sepenuhnya dilaksanakan ketika dalam hal – hal seperti berikut: restaurant mengalami over pelanggan yang mengunjung restaurant tersebut.

Kesigapan manager akan membantu peran penting untuk setiap karyawan yang bertuagas. Akan mengurangi pula kesalahan yang akan terjadi dan etika bisnis akan selalau diterapkan oleh semua karyawan.

Ketika mengalami over, manager dengan cepatnya akan membantu karyawan – karyaannya yang sedang melayani pelanggan lain.

Kata Kunci: Etika Bisnis

PENDAHULUAN

Etiket berasal dari Bahasa Prancis, etiquette, yang berarti kartu undangan yang khusus dipakai raja – raja untuk menyelenggarakan pesta. Lama kelamaan, istilah etiquette berkembang maknanya, bukan lagi berarti kartu undangan, melainkan lebih menitikberatkan pada cara berbicara yang sopan, tata cara menerima tamu di rumah atau kantor serta sopan santun lainnya yang berlaku dalam pergaulan.

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma, dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan atau mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

Penerapan etika bisnis dalam dunia kerja sangat diperlukan untuk membentuk perilaku yang memiliki nilai, norma, dan etika dalam menghadapi dan memecahkan masalah di dunia kerja, dan cara berhadapan dengan orang lain.

Hal yang wajar apabila suatu perusahaan yang bergerak dibidang usaha makanan cepat saji khususnya yang bertujuan memperoleh laba dari pelanggan atau customer dalam menawarkan jasa-jasa yang ada dan menjual produk dengan kualitas terbaik merupakan hal yang sewajarnya dilakukan semua perusahaan yang bergerak dibidang yang sama. Dalam mencapai salah satu tujuan perusahaan restaurant cepat saji asal Amerika Serikat yang ada di Indonesia yaitu laba, tujuan utama perusahaan ialah menjadi restaurant tercepat dalam penyajian dengan menyajikan produk yang berkualitas di dunia.

Tidak sedikit restaurant yang mengabaikan etika bisnis yang akan membuat palanggan untuk mengurungkan niatnya untuk tidak akan mengunjungi restaurant tersebut dikarenakan ketidak ramahan karyawan yang bertugas, waktu tunggu untuk menunggu pesanan yang sangat lama. Manager yang tidak mampu menutup kekurangan karyawannya dan tidak menikmati kenyamanan area.

Beberapa faktor yang disebutkan di atas merupakan pelanggaran etika bisnis yang merugikan restaurant itu sendiri, berdampak target penjualan menurun. Banyak customer yang tidak lagi mengunjungi restaurant tersebut. Ketika terget penjualan menurun akan berdampak pengurangan biaya salah satunya ialah pengurangan karyawan.

Semuanya akan kembali ke diri kita sebagai karyawan. Positif atau negatif yang akan kita rasakan itu adalah dari cerminan kita apakan kita menerapkan etika atau tidak dalam berbisnis.

Banyak faktor yang menunjang untuk mencapai tujuan restaurant tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan etika bisnis didalam dunia kerja di restaurant yang mengutamakan kenyamanan untuk para customer, investor, dan para karyawan – karyawan lainnya. Tidak terkecuali manager yang mengatur dan mengawasi karyawan dalam mengerjakan tugas yang ada di restaurant apakah menggunakan etika bisnis dalam bekerja atau mengabaikan etika bisnis yang mungkin akan berakibat dapat merugikan diri sendiri dan restaurant tersebut. Penulis disini akan membahasa salah satu restaurant yang ada di Kota Bekasi dalam menerapkan etika bisnis.

 LANDASAN TEORI

Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma, dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan atau mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan menaati kaidah – kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. (Sikap Positif : 188)

Etika bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan, termasuk manajemen, dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari – hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

Penerapan etika bisnis yang benar akan berpengaruh pada:

  1. Komitmen pegawai, semakin perusahaan membarikan perhatian terhadap karyawan, karyawan akan semakin peduli dan komitmen terhadap perusahaan.
  2. Loyalitas para investor.
  3. Kepuasan pelanggan.
  4. Peningkatan keuntungan atau profit perusahaan. (Ferrel, 2011)

Menerapkan etika dalam berbisnis berarti menjaga dan menumbuhkan iklim bisnis yang sehat dan kondusif bagi setiap pelaku bisnis. Dengan etika bisnis, perilaku yang tidak menguntungkan dan merugikan orang lain akan dapat dihindari. Hal ini menyebabkan tumbuhnya kepercayaan pihak lain terhadap Anda dan bisnis Anda pun akan bisa terus berkembang dengan baik. Anda akan menuai hasil dari benis yang telah Anda tabur. (Uno, 2005)

Beberapa alasan yang membuat bisnis perlu dilandasi oleh suatu etika antara lain adalah:

  1. Selain mempertaruhkan barang dan uang untuk tujuan keuntungan, bisnis juga mempertaruhkan nama, harga diri dan bahkan nasib umat manusia yang terlibat didalamnya.
  2. Bisnis adalah bagian penting dari masyarakat yang terjadi di dalam masyarakat. Bisnis dilakukan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya dan menyangkut hubungan antara manusia tersebut. Sebagai hubungan antara manusia, bisnis juga membutuhkan etika yang setidaknya mampu memberikan pedoman bagi pihak – pihak yang melakukannya.
  3. Bisnis adalah kegiatan yang mengutamakan rasa saling percaya. Dengan saling percaya maka suatu kegiatan bisnis akan berkembang karena memiliki relasi yang dapat dipercaya dan bisa mempercayai. Di sini, etika dibutuhkan untuk semakin menumbuhkan dan memperkuat rasa saling percaya tersebut.

Dengan alasan – alasan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa sudah selayaknya jika sebuah bisnis juga mengenal etika. Bisnis jangka panjang akan berhasil jika pelaku mematuhi etika – etika dalam bisnis. Hal itu dikarenakan masyarakatlah yang akan menilai siapa pelaku bisnis yang benar dan layak diberi dukungan. (Wahyono, 2009)

Prinsip – Prinsip Dalam Etika Bisnis

  1. Prinsip Otonomi

Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Orang bisnis yang otonom adalah orang yang sadar sepenuhnya akan apa yang menjadi kewajibannya dalam dunia bisnis. Ia tahu menganai bidang kegiatannya, situasi yang dihadapinya, apa yang diharapkan darinya, tuntutan dan aturan yang berlaku bagi bidang kegiatannya, sadar dan tahu akan keputusan dan tindakan yang akan diambilnya serta risiko atau akibat yang akan timbul baik bagi dirinya dan perusahaannya maupun bagi pihak lain. Ia juga tahu bahwa keputusan dan tindakan yang akan diambilnya akan sesuai atau, sebaliknya, bertentangan dengan nilai dan norma moral tertentu.

  1. Prinsip Kejujuran

Bisnis tidak bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan pada prinsip kejujuran. Kejujuran relevan dalam pemenuhan syarat – syarat perjanjian dan kontrak. Dalam mengikat perjanjian dan kontrak tertentu, semua pihak (pelaku bisnis) secara a priori saling percaya satu sama lain. Masing – masing pihak tulus dan jujur dalam membuat perjanjian dan kontrak, serta serius, tulus dan jujur melaksanakan janjinya. Kejujuran juga relevan dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketika pengusaha menipu konsumen, entah melalui iklan, entah melalui pelayanan yang tidak sebagaimana yang digembar – gemborkan, konsumen akan dengan mudah lari ke produk lain.

  1. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang dalam kegiatan bisnis entah dalam relasi eksternal perusahaan maupun relasi internal perusahaan perlu diperlakukan sesuai dengan haknya masing – masing. Keadilan menuntut agar tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya.

  1. Prinsip Saling Menguntungkan

Prinsip ini menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak. Dalam bisnis yang kompetitif, prinsip ini menuntut agar persaingan bisnis haruslah melahirkan suatu win – win situation.

  1. Integritas Moral

Prinsip ini terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar dia perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik perusahaannya. Prinsip ini merupakan tuntutan dan dorongan dari dalam diri pelaku dan perusahaan untuk menjadi yang terbaik dan dibanggakan.

 Etika Individual

Karena didasarkan pada konsep sosial dan keyakinan perorangan, etika dapat bervariasi dari satu orang ke orang lainnya, dari satu situasi ke situasi lainnya, serta dari satu budaya ke budaya lainnya. Cakupan standar sosial, cenderung cukup mendukung beberapa perbedaan keyakinan. Tanpa melanggar standar umum suatu budaya, individu dapat mengembangkan kode etik pribadi yang mencerminkan beragam sikap dan keyakinan.

 Pengertian Sikap

Stephen Robbins dalam bukunya Organizational Behavior menyatakan bahwa sikap (attitude) adalah pernyataan evalatif baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan terhadap objek, individual, atau peristiwa. Hal ini mencerminkan bagaimana perasaan seseorang tentang sesuatu. Ketika saya berkata, “saya menyukai pekerjaan saya” saya sedang mengungkapkan pemikiran saya tentang pekerjaan. Evaluatif berarti evaluasi, berkemampuan untuk melakukan penilaian terhadap sesuatu. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Sedangkan Fred Luthan menyimpulkan bahwa sikap dapat didefinisikan sebagai kecenderungan yang menetap untuk merasa dan bertindak dengan cara tertentu pada beberapa objek. Misalnya, karena tidak menyukai bekerja di luar kota, Andi bersikap negatif terhadap pekerjaannya.

Etiket berasal dari Bahasa Prancis, etiquette, yang berarti kartu undangan yang khusus dipakai raja – raja untuk menyelenggarakan pesta. Lama kelamaan, istilah etiquette berkembang maknanya, bukan lagi berarti kartu undangan, melainkan lebih menitikberatkan pada cara berbicara yang sopan, tata cara menerima tamu di rumah atau kantor serta sopan santun lainnya yang berlaku dalam pergaulan.

Jadi etiket adalah aturan sopan santun dalam pergaulan yang berdasarkan rasa hormat terhadap orang lain. Dalam karya Lady Troubridge yang berjudul Book of Etiquette, makna etiket dikatakan sebagai berikut: “Etiquette is so to speak, the key that opens for us the portals of broader life in whichn we can find greater social happiness.” Etiket juga bisa disebut sebaagai golden rule yang menyatakan, “perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.”

 Komponen Sikap

Stephen Robbin menjelaskan  bahwa komponen utama dari sikap:

  1. Komponen kognitif, yaitu oponi atau keyakinan dari sikap.
  2. Komponen afektif, yaitu segmen emosional atau perasaan dari sikap.
  3. Komponen perilaku, yaitu niat untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.

 Konsep Hak Dan Kewajiban

  1. Konsep hak

Hak legal adalah hak yang ada akibat dari aturan hukum yang berlaku. Hak moral atau hak manusia adalah hak yang berbasis pada norma dan prinsip moral yang seluruh manusia mengijinkan sesuatu untuk dilakukan. Hak moral yang paling penting adalah hak yang jatuh pada larangan atau syarat orang lain yang membuat individual memilih secara bebas untuk mengejar keinginan atau aktivitas. Tiga fitur hak moral melaiputi hak moral berhubungan dengan kewajiban, hak moral memberikan individual dengan otonomi dan kesamaan dalam mengejar keinginan, dan hak moral memberikan penilaian untuk menjustifikasi tindakan seseorang untuk melindungi orang lain.

  1. Hak dan kewajiban kontraktual

Adalah hak dan kewajiban yang dipunyai dibatasi dengan ikatan kontrak tertentu, jika kontrak habis, maka hilang pula hak dan kewajiban yang dimiliki. Hak dan kewajiban kontraksional dapat dibedakan menjadi tiga hal pokok yaitu:

  1. berdasarkan fakta bahwa serangan oleh individual yang spesifik akan menjatuhkan individual spesifik pula,
  2. hak kontraktual muncul dari transaksi spesifik antara individu tertentu,
  3. serta hak dan kewajiban kontraktual tergantung dari sistem penerimaan publik yang mendefinisikan transaksi yang menimbulkan hak dan kewajiban.

Tiga prinsip Nozick (libertarian)

  1. Seseorang yang memperoleh (acquire) hak pada barang miliki (holding) yang sesuai dengan prinsip keadilan dalam akuisisi mempunyai hak pada barang
  2. Seseorang yang punya hak pada barang milik yang sedang ditransfer dari orang lain yang berhak, mempunyai hak pada barang tersebut.
  3. Tidak satu pun mempunyai hak pada barang dengan pengecualian prinsip 1 dan 2.

 Kajian Etika Bisnis Secara Teoretis

Secara teoretis isu etika dapat dilihat dari berbagai macam aspek dan sudut pandang yang mampu melihat suatu masalah secara komprehensif. Beberapa peneliti telah memberikan pandangan dan pendapat mengenai konsep dasar etika dan keterkaitannya dengan penerapan di lingkungan bisnis. Pada sub bab ini akan membahas konsep dasar etika secara teoretis dan komprehensif secara ringkas.

 Prinsip Etiket

Cara menggunakan etiket, bisa berbeda atau berubah seiring dengan perkembangan budaya dan waktu, namun prinsip – prinsipnya tidak tidak pernah berubah. Cara bisa beda, tapi primsip – prinsipnya tetap sama. Prinsip – prinsip dalam etiket selalu tetap (tidak berubah), bersifat universal (berlaku bagi semua orang), dan tak terbatas waktu dan tempat. Prinsip – prinsip tersebut adalah:

  1. Respek

Respek berarti menghargai orang lain, peduli pada orang lain, dan memahami orang lain apa adanya. Tak peduli mereka berbeda dalam kultur atau keyakinan. Sangat penting untuk menunjukan penghargaan pada setiap orang dengan kelebihan, kekurangan, kesamaan dan perbedaan yang ada. Dengan bersikap respek, kita berharap orang lain juga akan respek terhadap kita.

  1. Empati

Empati berarti meletakkan diri kita di pihak orang lain. Sebelum bertindak atau berucap, kita harus berpikir dulu, apa pengaruhnya bagi orang lain. Kata – kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati, akan membuat kita terlihat bijaksana, dewasa, dan manusiawi.

  1. Kejujuran

Jujur lebih dari sekedar tidak berkata dusta. Jujur berarti melakukan dan mengucapkan kebenaran, sekalipun itu menyakitkan. Jika kebenaran itu sulit, kita harus menemukan cara yang paling positif untuk mengatakannya, atau cukup dengan diam.

Kepribadian lebih menggambarkan karakteristik terdalam yang ada pada diri manusia. Sering juga disebut sebagai cara seseorang berpikir, merasa, dan berprestasi.

 METODOLOGI PENULISAN

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang diungkapkan penulis dalam penelitian ilmiah ini adalah sebagai berikut :

  1. Apakah karyawan restaurant cepat saji tersebut melanggar etika bisnis yang ada ?
  2. Apa pentingnya etika bisnis bagi restaurant cepat saji ?

 Batasan Masalah

Penulis membatasi pembahasan  masalah hanya mengenai satu restaurant cepat saji yaang tidak disebutkan secara spesifik demi menjaga nama baik dan kelangsungan bisnisnya.

 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ilmiah ini antara lain :

  1. Untuk mengetahui apakah restaurant cepat saji tersebut melanggar etika bisnis atau tidak.
  2. Untuk mengetahui arti etika bisnis bagi restaurant.

 Manfaat Akademis

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mengaplikasikan etika bisnsi ke dalam dunia kerja agar tidak merugikan diri sendiri dan perusahaan yang menjadi mitra kerja.

 Manfaat Praktis

Mengetahui etika bisnis yang ada sangatlah penting dalam kelangsungan bisnis yang dijalani.

 Objek Penelitian

Perusahaan restaurant cepat saji yang ada di Kota Bekasi.

Studi Kepustakaan

  1. Mencari data sekunder yang diperlukan untuk mendapatkan teori yang dibutuhkan dan relevan dengan pembahasan penulisan.
  2. Bahan-bahan yang pernah diterima di bangku kuliah yang relevan dengan pembahasan.

 

PEMBAHASAN

Etika dalam berbisnis sangatlah diperlukan demi kelangsungan bisnis untuk dapat berumur panjang demi menjaga kepercayaan mitra kerja dan terutama pelanggan. Dalam penulisan jurnal ini, penulis akan membahas salah satu etika bisnis yang menitik beratkan pada karyawan – karyawan pada salah satu restaurant cepat saji asal Amerika di Kota Bekasi.

Dalam bekerja etika haruslah menjadi standar atau patokan utama dalam berkomunikasi dengan pelanggan atau customer. Sopan santun yang ada harus tercermin bagi setiap karyawan demi kenyamanan bersama. Apabila karyawan tidak menerapkan etika dalam bekerja maka akan merugikan dirinya sendiri yaitu bisa berujung PHK yang mengakibatkan ketidaknyamanan pelanggan terhadap pelayanan jasanya. Bagi perusahaan restaurantnya sendiri akan mengalami kerugian, baik finansial maupun nama baik yang akan menjadi buah bibir bagi setiap orang. Kerugian tidalah berupa uang, melainkan nama baik perusahaan harus bisa dijaga bersama. Restaurant cepat saji ini tidak hanya memberikan produk yang berkualitas tetapi pelayanan dari karyawannya apakah ramah atau tidak ?

Berdiri sebagai konsumen biasa, beberapa karyawan tidak mengindahkan standar etika bisnis salah satunya ialah tidak ada sambutan yang hangat. Hal ini berdampak bagi setiap konsumen untuk merasakan kenyamanan dalam merasakan produk maupun jasa pelayanannya. Bisa dikatakan wajar jika karyawan tidak mengucapkan sambutan untuk setiap pelanggan yang datang, hal ini dikarenakan restaurant tersebut sedang mengalami over. Yaitu banyaknya pelanggan yang mengunjungi restaurant cepat saji tesebut. Restaurant mengalami over, maka waktu tunggu untuk pesanan produk akan semakin lama.

Penulis yakin bahwa waktu tunggu merupakan kualitas layanan jasa yang diberikan karena dapar berakibat apabila ada pelanggan yang baru masuk restaurant tersebut maka dapat mengurungkan niatnya untuk membeli dikarenakan melihat antrian yang panjang membuat malas akan menunggu lama.

Ketika restaurant sedang banyaknya pelanggan, dalam mengatasi waktu tunggu untuk pesanan manager yang bertugas turun tangan dalam membantu untuk mempercepat layanan yang sehausnya tidak lagi menunggu dengan waktu lama. Dalam penyambutan , sang manager memberi kode untuk setiap karyawan yang bertugas untuk tidak melupakan sambutan dan ucapan terima kasih untuk semua pelanggan yang telah berkunjung di restaurant cepat saji tersebut.

Berikutnya ialah, ketika selesai menunggu produk maka penulis menuju meja yang kosong untuk digunakan. Ketika meja makan kosong tidak ada bekas makanan yang tersisa dari pelanggan sebelumnya maka meja berih dari piring tetapi tidak bersih dari noda, bekas nasi yang tersisa atau air dan sebagainya. Ini merupakan pelanggaran etika bisnis yang dilanggar oleh karyawan lainnya. Ketika hal ini terjadi maka manager akan membersihkannya secara langsung atau bisa juga meminta bantuan dari karyawan yang bertugas.

Kesigapan manager akan membantu peran penting untuk setiap karyawan yang bertuagas. Akan mengurangi pula kesalahan yang akan terjadi dan etika bisnis akan selalau diterapkan oleh semua karyawan.

Secara tidak langsung manager telah memecahkan masalah yang dihadapi oleh karyawan dan oleh restaurant cepat saji tersebut. Dengan bukti nyata yang penulis rasakan ialah ramainya pelanggan yang mengunjungi restaurant tersebut dengan asumsi mereka puas akan pelayanan produk yang diberikan dan juga pelayanan jasa  yang selalu menerapkan etika bisnis dalam bekerja.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil ialah semua penerapan etika bisnis yang ada dapat diterapkan dengan baik oleh semua karyawan akan terapi etika  bisnis ini akan tidak berlaku atau berkurang kadarnya dalam artian tidak sepenuhnya dilaksanakan ketika dalam hal – hal seperti berikut: restaurant mengalami over pelanggan yang mengunjung restaurant tersebut.

Kesigapan manager akan membantu peran penting untuk setiap karyawan yang bertuagas. Akan mengurangi pula kesalahan yang akan terjadi dan etika bisnis akan selalau diterapkan oleh semua karyawan.

Ketika mengalami over, manager dengan cepatnya akan membantu karyawan – karyaannya yang sedang melayani pelanggan lain.

Saran

Penulis memberikan saran yang dapat dipertimbangkan oleh restaurant cepat saji tersebut ialah dengan cara mereview semua karyawannya dengan periode waktu yang telah ditentukan. Ini akan mengurangi kesalahan yang akan terjadi dikemudian hari dan untuk mengingat kembali etika – etika bisnis yang ada di peraturan restaurant.

Saran untuk manager, lebih cepat lagi dalam menanggapi masalah yang akan timbul yang dikiranya karyawan biasa tidak mampu mengatasi atau memecahkan masalah tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

S Purnami, Rahayu S.Si., M.M. 2014. Sikap Positif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. 2011. Perilaku Konsumen. Bogor: Ghalia Indonesia.

Jurnal: KONSEP TEORI DAN TINJAUAN KASUS ETIKA BISNIS

PT DIRGANTARA INDONESIA (1960 ‐2007). Mahendra Adhi Nugroho (mahendra_adhi_n@yahoo.com)

Jurnal: MENJALANKAN BISNIS SECARA ETIS DAN BERTANGGUNG JAWAB. Setia Budhi Wilardjo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s