KARANGAN POPULER

ADILKAH UN ?

Ujian Nasional yang mengukur hasil dari  belajar kita selama tiga tahun di sekolah menengah. Zaman sekarang kelulusan dapat ditentukan dari hasil ujian nasional dan ujian sekolah. Menggambungkan kedua ujian tersebut berdampak positif dan mempermudah bagi siswa – siswi dalam membuka gerbang kelulusan. Menurut penulis UN penuh dengan pertanyaan – pertanyaan yang menggelitik dunia pendidikan Indonesia. Meratanya UN di seluruh Indonesia, anggaran untuk kelangsungan UN, dan yang lebih heboh adalah kelulusan negara yang menentukan layak atau tidak layak kita lulus. Penulis akan membahas beberapa pertanyaan untuk UN itu sendiri. Ini adalah pandangan penulis dalam mengupas “kejanggalan” pesta pendidikan tiga tahun sekali.

Soal UN Merata Dari Sabang Sampai Meurauke

Meratanya soal ujian UN ini sangat tidak adil. Adil menerut penulis merupakan menempatkan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan kondisi yang ada. Soal ini disamaratakan siswa DKI dengan siswa yang ada di pedalaman sana. Apa ini yang dinamakan adil? Ukuran anak DKI mungkin soal itu mudah – mudah sulit dalam mengerjakannya. Tetapi bagi anak pedalaman sangat “memprihatinkan”. Mereka yang dipedalaman berjuang setiap hari demi duduk di kursi kelas. Melewati hutan, rawa, dan rintangan alam lainnya hanya ingin “bertatap muka dengan guru”.

Anggaran Untuk Berlangsungnya UN

Anggaran yang bisa dibilang besar ini sepertinya kurang bermanfaat bagi pendidikan Indonesia. Kenapa ada anggaran dana untuk UN yang merata tetapi kwalitas guru Indonesia belum merata ? Anggaran untuk kwalitas guru sudah dipersiapkan. Meratakah kwalitasnya ? Tidak ingin membayangkan jika anggaran UN ini hanya kedok semata untuk menjalankan bisnis di dunia pendidikan Indonesia. Bisnis atau politikah ini ?

Banyak di ujung sana yang masih belum memiliki gedung untuk belajar. Jangankan di ujung sana, pinggiran DKI saja masih banyak yang “reot” dan “lelah” hampir tersungkur menunggu janji PEMERINTAH untuk memperbaikinya. Bagaimana jika anggaran UN ini dipergunakan untuk membangun gedung sekolah, jembatan dan jalan untuk menuju ke sekolah. Terserah yang di atas.

Kelulusan Negara Yang Menentukan

Negara yang menentukan kelulusan ? Negaralah yang mendidik anak bangsa ini. Apa dengan melihat dari nilai UN pusat dapat menentukan kelulusan ? Yang lebih mengetahui kemampuan semua peserta UN (anak didik) adalah GURU yang ada di sekolah tersebut. Tetapi sekarang pusat membagi kewenangannya dalam mengatur kelulusan dengan membagi porsi nilai UN dengan penambahan nilai Ujian Sekolah (US).

Kecurangan di UN

Contek mencontek merupakan tindakan yang kurang baik. Penulis tentu tidak setuju. Apa yang membuat peserta UN melakukan kecurangan tersebut? Jawabannya ialah meratanya soal UN yang tidak dibarengi dengan meratanya kemampuan yang dimiliki peserta UN di seluruh Indonesia. Kenapa tidak merata? Karena kwalitas guru kurang memadai. Kenapa kurang memadai? Karena pemerintah setengah hati dalam membangun elemen – elemen yang dapat mendukung dunia pendidikan. Jadi salah siapa jika ada peserta didik yang melakukan kecurangan? Tanya pada cermin.

Kebijakan pemerintah dalam menerapkan UN bertujuan baik dan diharapkan dapat menjadi alat ukur untuk dunia pendidikan Indonesia. Jika niat baik dibarengi dengan keadaan yang tidak memungkinkan maka hasilnya pun tidak memuaskan. Tulisan ini hanya pengetahuan penulis, jika ada sesuatu yang tidak berkenan mohon kritik dan sarannya. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s