PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (TUGAS KE-2)

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (TUGAS KE-2)

 

Wawasan Nasional

Kata “wawasan” itu sendiri berasal dari wawas (bahasa jawa) yang artinya melihat atau memandang. Dengan penambahan akhiran “an” kata ini secara harfiah berarti: cara penglihatan atau cara tinjau atau cara pandang.

Suatu bangsa meyakini bahwa kebenaran yang hakiki atau kebenaran yang mutlak adalah kebenaran yang datang dari Tuhan. Pemerintah adan rakyat memerluksan suatu konsep berupa wawasan nasional untuk menyelenggarakan kehidupannya. Wawasan itu dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah serta jati diri bangsa.

Paham-Paham Kekuasaan

Perumusan wawasan nasional lahir berdasarkan pertimbangan dan pemikiran mengenai sejauh mana konsep operasionalnya dapat diwujudkan serta dipertanggungjawabkan. Karena itu, dibutuhkan landasan teori yang dapat mendukung rumusan Wawasan Nasional.

  1. Paham Machiavelli (Abad ke-17)

Menurut Machiavelli (buku: The Prince), sebuah negara akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil berikut:

  • Segala cara dihalalkan dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan.
  • Untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (devide et impera) adalah sah
  • Dalam dunia politik (yang disamakan dengan kehidupan binatang buas), yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.
  1. Paham Kaisar Napoleon Bonaparte (Abad ke-18)

Dia berpendapat bahwa kekuatan politik harus didampingi oleh kekuatan logistik dan ekonomi nasional. Kekuatan ini juga perlu didukung oleh kondisi sosial budaya berupa ilmu pengetahuan dan teknologi demi terbentuknya kekuatan hankam untuk menduduki dan menjajah negara-negara sekitar Prancis.

  1. Paham Jenderal Clausewitz (Abad ke-18)

Menurut Clausewitz, perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Baginya, peperangan adalah sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa. (buku: Vom kriege)

  1. Paham Feuerbach (materialisme) dan Hegel (teori sintesis)

Paham ini menimbulkan dua aliran besar barat yang berkembang di dunia, yaitu kapitalisme dan komunisme. Saat itu orang-orang berpendapat bahwa ukuran keberhasilan suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya.

  1. Paham Lenin (Abad ke-19)

Menurutnya, perang adalah kelanjutan politik dengan kekerasan.

  1. Paham Lucian W. Pye dan Sidney

Kemempuan suatu sistem politik dapat dicapai apabila sistem tersebut berakar pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan.

Teori Geopolitik

Artinya kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan daasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan nasional untuk mewujudkan tujuan nasional.

  1. Pandangan ajaran Frederich Ratzel
  2. Pandangan ajaran Rudolf Kjellen
  3. Pandangan ajaran Karl Haushofer
  4. Pandangan ajaran Sir Halford Mackinder
  5. Pandangan ajaran Sir Walter Raliegh dan Alfred Thyer Mahan
  6. Pandangan ajaran W. Mithcel, A Saversky, Giulio Douhet, dan John Frederik Charles Fuller
  7. Pandangan ajaran Nicholas J. Spykman

Paham Kekuasaan dan Geopolitik Menurut Bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai. Wawasan nasional Indonesia tidak mengembangkan ajaran tentang kekuasaan dan adu kekuatan, karena hal tersebut mengandung benih-benih persengketaan dan ekspansionisme.

Indonesia menganut paham negara kepulauan, yaitu paham yang dikembangkan dari asas archipelago yang memang berbeda dengan pemahaman archipelago di negara-negara Barat pada umumnya. Menurut Barat, laut berperan “pemisah”, sedangkan menurut Indonesia laut adalah “penghubung” sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai “Tanah Air” dan disebut negara kepulauan .

Pengertian Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara ialah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. (Prof. DR. Wan Usaman: Ketua Program S-2 PKN-UI)

Latar Belakang Filosofis Wawasan Nusantara

Berdasarkan falsafah Pancasila, manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, akhlak, daya pikir, dan sadar akan keberadaannya serba terhubung dengan sesamanya, lingkungannya, alam semesta dan penciptanya. Keciptaan ini menumbuhkan cipta, karsa, dan karya untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya dari generasi ke generasi. Berdasarkan kesadaran yang dipengaruhi oleh lingkungannya, manusia Indonesia memiliki motivasi antara lain untuk menciptakan suasana damai dan tentram menuju kebahagiaan serta menyelenggarakan keteraturan dalam membina hubungan antar sesama.

Implementasi Wawasan Nusantara Dalam Kehidupan Nasional

Sebelum menerapkan wawasan nusantara, kita harus memahami pengertian, ajaran dasar, hakikat, asas, kedudukan, fungsi serta tujuan dari wawasan nusantara. Wawasan nusantara dalam kehidupan nasional yang mencakup kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan harus tercermin dalam pola pikir, pola sikap, pola tindak yang senantiasa mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas kepentingan pribadi dan atau golongan.

Landasan Wawasan Nusantara

  1. Landaasan Idiil: Pancasila

Pancasila telah diakui sebagai ideologi dan dasar negara yang terumuskan dalam Pembukaan UUD 1945. Pada hakikatnya, pancasila mencerminkan nila keseimbangan, keserasian, keselarasan, persatuan dan kesatuan, kekeluargaan, kebersamaan dan kearifan dalam membina kehidupan nasional. Perbaduan nilai-nilai tersebut mampu mewadahi kebhinekaan seluruh aspirasi bangsa Indonesia. Pancasila sumber motivasi bagi perjuangan seluruh bangsa Indonesia dalam tekadnya untuk menata kehidupan didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia  secara berdaulat dan mandiri.

  1. Landasan konstitusional: UUD 1945

UUD 1945 merupakan konstitusi dasaryang menjadi pedoman pokok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik dan berdaulatan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh MPR.

Unsur Dasar Wawasan Nusantara

  1. Wadah (Contour)

Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya. Setelah menegara dalam NKRI, bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud suprastuktur politik.

  1. Isi (Content)

Isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945.

Isi menyangkut dua hal yang esensial:

  • Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian cita-cita dan tujuan nasional.
  • Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.
  1. Tata laku (Conduct)

Tata laku merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi, yang terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah.

Hakikat Wawasan Nusantara

Merupakan keutuhan nusantara, dalam pengertian: cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional. Hal tersebut berarti setiap warga bangsa dan aparatur negara harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan negara.

Asas, Arah Pandang Wawasan Nusantara

Asas Wawasan Nusantara merupakan ketentuan-ketentuan atau kaidah-kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentukan bangsa Indonesia terhadap kesepakatan bersama.

Arah Pandang Wawasan Nusantara:

  1. Arah Pandang ke Dalam

Bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional, baik aspek alamiah maupun aspek sosial.

  1. Arah Pandang ke Luar

Demi terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, serta kerja sama dan sikap saling hormat menghormati.

Kedudukan, Fungsi Dan Tujuan Wawasan Nusantara

  1. Kedudukan

Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia. Wawasan nasional dalam paradigma nasional.

  1. Fungsi

Sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

  1. Tujuan

Mewujudkan nasionalisme yang tinggi disegala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional.

Tantangan Implemntasi Wawasan Nusantara Dengan Adanya Era Baru Kapitalisme

  1. Sloan dan Zureker: Di era baru kapitalisme, sistem ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan melakukan aktivitas secara luas dan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat memerlukan strategi baru, yaitu adanya keseimbangan.
  2. Lester Thurow: Dimana negara-negara kapitalis berusaha mempertahankan eksistensinya dibidang ekonomi dengan menekan negara-negara berkembang melalui isu global, demokrasi, HAM, dan lingkungan hidup.

Hal ini sangat perlu diwaspadai karena merupakan tantanga bagi wawasan nusantara.

Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara juga perlu diimplementasikan dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya. Karena itu, setiap warga negara Indonesia perlu memiliki kesadaran untuk:

Mengerti, memahami dan menghayati hak dan kewajiban warga negara serta hubbungan warga negara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan wawasan nusantara.

Mengerti, memahami dan menghayati bahwa didalam penyelenggaraaan kehidupan negara memerlukan konsepsi wawasan nusantara, sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki wawasan nusantara guna mencapai cita-cita dan tujuan nasional.

 

Thanks To:

Drs. S. Sumarsono, MBA, Ir. Agung Susarno, MSc, MM, Drs. H. Hamdan Mansyur, dkk, Pendidikan Kewarganegaraan, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s