SUDAHKAH KOPERASI MEMOTORI EKONOMI BANGSA INDONESIA ?

SUDAHKAH KOPERASI MEMOTORI EKONOMI BANGSA INDONESIA ?

Krisis ekonomi Indonesia telah membuktikan koperasi dan pengusaha kecil mampu bertahan di tengah krisis yang melanda dunia. Hal itu membuktikan keberadaannya patut menjadi soko guru ekonomi Indonesia. Pengusaha kecil yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Malang, Jawa Timur, mampu menjadi tumpuan harapan ekonomi di masa depan bagi terwujudnya kemandinan ekonomi Indonesia.
Peluang Otonomisasi koperasi
Di samping itu koperasi sebagai koperasi dan sebagai aktor ekonomi tidak terlepas dari ruang ekonomi secara makro, oleh sebab itu koperasi harus dilihat dari tiga aspek, yaitu:

  • Merupakan satu kesatuan ekonomi masyarakat yang berfungsi sebagai pusat pelayanan ekonomi.
  • Sebagai lembaga pembaharuan struktur ekonomi dengan tujuan agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif.
  • Bantuan pemerintah hanya sebagai instrumen terhadap kedua tujuan di atas.

Keberhasilan usaha koperasi berkaitan dengan realisasi dari skala ekonomi, perbaikan posisi pasar/pangsa pasar (peningkatan dayasaing) dan kemungkinan-kemungkinan yang lebih besar dalam. komunikasi, informasi, dan inovasi.
Dari kondisi-kondisi masa lalu seperti dikemukakan di atas dan dengan memperhatikan kondisi masa kini yang antara lain:

  • Tuntutan keterbukaan di bidang ekonomi baik dalam kontek internasional, nasional maupun kedaerahan yang dikarenakan adanya otonomi daerah meruntut perubahan pola pembinaan koperasi ke arab otonomi dengan daya saing yang tinggi.
  • Rasionalisasi sikap sebagian besar anggota masyarakat yang tidak menginginkan lagi adanya koperasi-koperasi yang dibentuk dari alas (top down).
  • Keterbatasan keuangan pemerintah yang menuntut efisiensi program-program pembinaan koperasi.

Runtuhnya dominansi beberapa kongiomerat yang mengusasi bebeberapa kegiatan usah ekonomi yang dapat dilakukan oleh koperasi dan UKM.

Sejauh mana peran UKM dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan domestik?

Sangat tinggi. Kemarin saja tingkat kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) Nasional 56,5 persen. Kalau dengan asumsi tingkat pertumbuhan ekonomi hanya 5,9 persen, tahun 2010 itu pasti lebih tinggi lagi. Karena tingkat pertumbuhan ekonomi 2010 lebih besar dari tingkat pertumbuhan ekonomi 2009. Begitupun dengan pertumbuhan ekonomi 2011 ini, pasti akan semakin tinggi. Pada tahun 2009 saja 56,5 persen, apalagi nanti.

Sejauh ini untuk UKM, yang menjadi kendala yang cukup signifikan apa sebenarnya?

Kendalanya yang paling signifikan yaitu akses untuk kredit, akses ke bank. Kedua adalah pemasaran. Sedangkan akses untuk kredit kita sudah mulai ada kredit usaha rakyat. Bantuan-bantuan dari kementerian sudah mulai dibenahi, diatasi satu-satu. Sehingga kredit usaha rakyat sudah mulai bagus. Kemudian pemasaran juga sudah mulai bagus.
Smesco UKM yang kita berikan, semua pelaku UKM kita suruh untuk melakukan eksibisi di sana. Ke luar negeri juga membawa mereka (pelaku usaha-red). Jadi constraint, hambatan yang terjadi itu, satu-satu dibenahi, khususnya ekses kepada pembiayaan sama pemasaran.

Ada harapan bahwa koperasi, suatu saat menjadi motor perekonomian nasional ?

Sekarang sudah jadi sokoguru. Sekarang karena 99,9 persen itu adalah kebanyakan UKM yang termasuk di dalamnya koperasi. Koperasi ada 177.483 unit. Bisa dibayangkan baik dari segi kuantitas, UKM sama koperasi. Jadi sudah menjadi sokoguru, mereka pelaku ekonomi. Karena mereka pelaku, maka bisa dikatakan sebagai sokoguru perekonomian Indonesia.

Kesimpulannya adalah di era modern ini, koperasi di indonesia sudah ada dukungan dan perhatian dari pemerintah indonesia. Menteri Negara Urusan Koperasi,
Pengusaha Kecil dan Mengah sudah ada bukti bahwa pemerintah Indonesia bersungguh-sungguh dalam mengsukseskan koperasi bagi masyarakat. Ekonomi Indonesia telah didukung oleh adanya koperasi yang telah menyumbang pendapatan domestik dan mengurangi angka pengangguran nasional. Di Indonesia banyak berdiri usaha-usaha koperasi dan UKM yang telah menyedot masyarakat produktif untuk berkerja. Tetapi dalam mencari modal pada lembaga pemerintah, koperasi dan UKM cukup dipersulit dalam pendapatannya. Banyak syarat-syarat yang mempersulit mereka. Intinya dalah, koperasi dan UKM sudah menyumbang lebih dari cukup pendapatan domestik bangsa Indonesia ini.

Referensi:

http://www.depkop.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1058:koperasi-dan-posdaya-arjowilangun-malang-motori-pembangunan-desa-&catid=54:bind-berita-kementerian&Itemid=98

http://sapulidinews.com/wawancara/berita.php?id=462

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s