UKM

UKM

UKM merupakan kegiatan yang berskala kecil yang menengah yang memiliki kekayaan Rp 200.000.000 tidak termasuk gedung dan tanah yang digunakan usaha. Menurut keputusan presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian usaha kecil adalah: “kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecildengan bidang usaha yang secara mayoritasmerupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persainganusaha yang tidak sehat”

Usaha yang berskala kecil ini merupakan usaha yang memiliki keterbatasan tempat mendirikan usaha tidak seperti usaha-usaha yang memiliki pabrik output begitu besar. Biasanya kegiatan UKM inibiasa dikatakan sebagai industri rumahan atau sering dikenal dengan nama handmade. “Bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil”. Mayoritas output dari UKM ini tidak sebanyak hasil output pabrik yang besar. Mungkin UKM hanya bisa menghasilkan produk ribuan sedangkan pabrik besar bisa menembus angka ratusan ribu. Jadi UKM mayoritas kegiatannya dalam skala kecil dan menengah. “Perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.” Pemerintah telah melindungi segala aspek tentang kagiatan UKM untuk mencegah persaingan dari barang-barabg lokal maupun dari mancanegara dan mengantisipasi perubahan diera globalisasi ini.

KENDALA YANG DIHADAPI UKM

Produk Cina.

Ini merupakan salah satu ancaman berat bagi pelaku UKM. Dimana ASEAN telah menendatangani perjanjian kerja sama dengan negeri Tiongkok dibidang ekonomi yang memasarkan produknya dengan bebas dengan negara-negara ASEAN (perdagagan bebas). Produk Cina bertaburan bagai kapas dikalangan masyarakat luas. Terkenal dengan harga yang cukup murah dan kwalitas tidak diragukan lagi dengan jumlah produk yang dipasarkan  sangat luar biasa jumlahnya. Krisis ekonomi dunia hampir mengurangi pasar bagi UKM yang melakukan kegiatan ekspor. Banyaknya jumlah pengangguran  di negara-negara Barat dan Amerika dapat mempengaruhi daya beli konsumen. Kemunduran negara-negara Barat dan Amerika mungkin disebabkan oleh pasar Asia yang cukup mandiri dalam memproduksi barang konsumsi. Sehingga Eropa dan Amerika kehilangan pasarnya di Asia. Konsumen dalam negeri yang masih melihat produk itu dari sebuah merek yang terkenal. Ada anggapan bahwa merek yang terkenal pasti kwalitas nomor satu. Padahal tidak selamanya merek terkenal selalu menyajikan kwalitas produk yang terbaik. Kita sebagai konsumtif yang menikmati merek, bukan kwalitas. Sifat ini bisa dikatakan  sebagai serangan pola pikir konsumen.

Hasil produk UKM tidak kalah dari segi model dan kwalitasnya. Bahkan dalam segi kwalitas produk UKM bisa bersaing dengan percaya dirinya dibandingkan produk-produk yang bermerek lebih terkenal. Dari segi popularitas, produk UKM memang tertinggal jauh dengan produk terkenal bahkan sebagian masyarakat tidak percaya diri dalam menggunakan produk dari UKM. Inilah yang menyebabkan kelas atas lebih memilih produk luar yang bermerek.

UKM harus membidik pasar kelas bawah terlebih dahulu, dikarenakan kelas bawah lebih memilih produk dengan harga murah dan menarik seperti halnya produk Cina. Mengikuti perubahan globalisasi yang cepat seakan-akan dunia terus berubah. UKM di Indonesia harus meningkatkan kreatifitas pada hasil yang akan dipasarkan, karena pasar cenderung lebih memilih produk yang kreatif dari segi kwalitas dal modelnya. Alangkah baiknya, menggunakan bahan baku produksi dari perusahaan lokal. Dengan kerja sama seperti ini akan memajukan UKK-UKM diberbagai bidang industri akan berkembang lebih pesat. Seperti mata rantai yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s