MANUSIA DAN PENDERITAAN

PENDERITAAN

Kita semua tahu apa itu penderitaan. Kita bahkan mengalaminya. Orang biasa bilang bahwa penderitaan itu seperti bayangan yang selalu ada sepanjang badan. Kadang-kadang bayangan itu di belakang kita sehingga kita tidak menyadari keberadaannya. Tetapi sering juga bayangan itu membentang di depan. Penderitaan menjadi sangat jelas dan mencekam.

Penyebab penderitaan juga macam-macam. Ia datang kepada kita dalam bentuk sakit, gagal dalam usaha, diperlakukan secara tidak adil, mengalami duka cita karena kematian orang yang kita kasihi, musibah seperti bencana alam. Singkatnya ada banyak penyebab penderitaan. Apa pun penyebabnya, penderitaan selalu ada. Ia seperti bayang-bayang yang selalu menyertai hidup. Hanya orang yang sudah meninggal saja yang tidak mengenal dan mengalami penderitaan. Atau mungkin juga orang mati menderita. Kita belum tahu itu, karena kita belum mengalami sendiri.

Dalam penderitaan kehidupan kita menemukan diri kita sering tertarik oleh ilmu pengetahuan yang belum kita tau, tidak selalu diketahui apakah jawabannya sudah jelas atau misteri.

kemudian kita memutuskan untuk menaruh semua energi melalui pencarian dan tidak dapat menemukan jawaban. kita telah menemukan untuk melukis cahaya, ya, cahaya. hal ini terbawa dari waktu ke waktu hingga detik kehidupan kita.

beberapa waktu terakhir dan dalam perasaan mendalam, mungkin karena lelah dalam beberapa pencarian. cahaya menunjukkan kepada kita jalan yang benar adalah tanpa henti untuk kebenaran itu (mencari), kita harus menginformasikan kegelapan adalah misi yang tepat.  dan bagaimana memahami siapa diri kita dan kehidupan kita dan tentu saja penderitaan, keterasingan dan agitasi dengan manusia modern yang ada.

apa itu penderitaan? mengapa ia datang untuk tinggal di tempat-tempat ini lagi dan lagi sejak itu. apakah hidup ini? urutan peristiwa yang membuat kita menderita?  saya kira tidak. penderitaan sebenarnya adalah peringatan, mengarah ke benar-benar berhenti atau terhenti. cukuplah bahwa kita dapat berpikir, merasa dan mengubah kebiasaan kita. hal ini hanya dalam rangka untuk mengubah kebiasaan kita.

ketika dalam beberapa cara di mana kita menemukan penderitaan, jika kita menderita bukan berarti bahwa semua juga menderita, tetapi untuk memahami jalan yang sudah kita ikuti adalah tepat bagi kita untuk merubahnya.

tujuan kita adalah untuk menemukan cahaya di setiap saat dalam gelapnya pencarian. jika kita melihat lukisan kita akan melihat bahwa cahaya dapat terlihat pada arah yang tak terhitung jumlah sudut disana.  semua sudut yang dipilih memberinya cahaya kehidupan, sedikit berbeda dan begitu hidup hingga membawa kita ke cahaya penderitaan ini.

bagaimana kita berlatih? bagaimana menemukan cahaya dalam kegelapan? bagaimana kita dapat menemukan yang baik dalam penderitaan? mengubah sudut. respon dalam situasi di mana kita perlu dievaluasi seobjektif mungkin secara keseluruhan. anehnya, tampak cahaya dimana-mana, bahkan dalam gelap.

disayangkan pikiran yang tajam tubuh kita tidak dapat bertahan lama disaat kita dalam kebahagiaan, penderitaan dan kemarahan. ternyata bahwa alam mematuhi pesan internal kita. jika kita tidak puas dengan tubuh kita, juga saat dimulai proses penghancuran, tampaknya bahwa alam ingin memberikan apa yang kita inginkan.

jika kita ingin tertawa, alam membantu kita mengatasi rasa sakit kita, tubuh kita sehat dan itu lebih penting untuk kebahagiaan itu. caranya adalah dengan mengubah penderitaan menjadi apapun selain derita. dan lampu selalu mengikuti hidup kita, begitu juga cahaya. karna penderitaan tidak peduli di mana kita pergi.

ratihayuningrum.blogspot.com

ratihayuningrum.blogspot.com

PENDERITAAN PADA KEHIDUPAN MANUSIA

Penderitaan dan kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Penderitaan itu ada tiga macam yaitu penderitaan yang dialami secara lahir (fisik), penderitaan yang dialami secara batin (mental/ psikologis), dan yang ketiga gabungan dari penderitaan lahir dan penderitaan batin (fisik dan psikologis). Tentu saja penderitaan tidak akan mucul jika tidak ada yang menyebabkannya untuk muncul. Disini saya akan lebih membahas tentang sebab – sebab munculnya sebuah penderitaan.
Sebab – sebab munculnya penderitaan :
A. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut dengan nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Allah SWT berfirman, Aku tidak akan pernah merubah nasib hambaku, melainkan Hambaku sendirilah yang merubahnya.
B. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimis dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia.

Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara. Contohnya ialah penderitaan yang menimpa pemimpin besar umat Islam, yang terjadi pada diri Nabi Muhammad. Ayahnya wafat sejak Muhammad dua bulan di dalam kandungan ibunya. Kemudian, pada usia 6 tahun, ibunya wafat. Dari peristiwa ini dapat dibayangkan penderitaan yang menimpa Muhammad, sekaligus menjadi saksi sejarah sebelum ia menjadi pemimpin yang paling berhasil memimpin umatnya (versi Michael Hart dalam Seratus Tokoh Besar Dunia).

 


PENYEBAB PENDERITAAN

Penderitaan timbul ketika pikiran mulai khawatir.  kekhawatiran  berasal dari nafsu yang ada didalam
setiap pribadi manusia baik didalam pribadi orang miskin  maupun orang yg kaya raya.
nafsu muncul dan menimbulkan naluri.  batin yang kurang sadar dan diluar kontrol terhadap naluri,
maka ketika ada sesuatu yg menguntung & memuaskan kan manusia,  akan timbul “keserakahan” untuk memilikinya. hal inilah pada akhirnya akan menyebabkan penderitaan.

setiap manusia mempunyai naluri bahkan naluri membunuh sesama manusia.
itulah yang sering kita sebut “pembunuh berdarah dingin”.  semua ini sangat dipengaruhi oleh “ego pribadi” yang tumbuh dan  berkembang untuk bertahan hidup!  sehingga saat melihat ada kesempatan terutama dalam kesempitan, yang  bisa memuaskan ego pribadi tersebut maka manusia cenderung ingin  menikmati dan memilikinya !

Tapi hidup di dunia ini tidak semudah apa yang dipikirkan,
tidak berjalan dengan mulus dan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.  Ujung-ujungnya, karena tidak mampu segera memenuhi nafsu keinginan  tersebut,  maka manusia mulai khawatir, inilah tanda-tandanya awal dari timbulnya penderitaan.

http://sabda.org/artikel/penderitaan

http://be4rt.com/kata/menemukan-cahaya-penderitaan/

http://yeftahblog.blogspot.com/2011/06/penderitaan-pada-kehidupan-manusia.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s