CONTOH KARYA ILMIAH

AKANKAH  SI “BAPANG” HILANG ?

 

BAB 1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

Indramayu adalah salah satu kabupaten di jawa barat paling timur dan penghasil buah mangga. Hal ini meyebabkan wilayah Indramayu memiliki keanekaragaman buah mangga. Dari mangga cengkir (mangga Dermayu), harum manis, mana lagi, gedong gincu, jarot atau bapang dan masih banyak lagi. Sebagian besar masyarakat Indramayu bergantung pada kegiatan pertanian, perkebunan, dan nelayan.
Namun sangat disayangkan apabika para generasi penerus tidak lagi memperhatikan dan membudidayakan jenis-jenis dari buah mangga yang ada. Kebanyakan dari masyarakat hanya membudidayakan mangga-mangga tertentu saja, itu juga karena banyaknya permintaan terhadap mangga tersebut.
Mangga jarot atau bapang adalah salah satu jenis mangga di Indramayu yang sudah jarang bisa kita temui di sekitar pekarangan masyarakat setempat. Mangga bapang mempunyai kelebihan pada aromanya yang khas, tetapi mangga ini juga mempunyai kekurangan yaitu serat-serat pada daging mangga yang cukup kasar. Memang mangga ini sering dipandang sebelah mata dibandingkan dengan buah mangga yang lainnya. Selama beberapa dekade semuanya mengalami perubahan, terutama dalam kelangsungan lestarinya buah mangga bapang. Perubahan yang terjadi ini menimbulkan dampak positif maupun negatif. Dampak positif ini adalah terjadinya keanekaragaman jenis-jenis mangga. Sedangkan dampak negatifnya adalah akan ada salah satu atau beberapa jenis mangga yang hilang dikarenakan kurangnya minat masyarakat untuk membudidayakan.

B. Identifikasi masalah
Timbulnya masalah akan hilangnya salah satu jenis mangga di Indramayu mengakibatkan timbulnya dampak positif dan negatif. Akankah kita menghapus salah satu jenis mangga yang ada di Indramayu ini?
Penulis menarik beberapa masalah dengan berdasarkan pada:
1. Kurangnya perhatian dari masyarakat kebanyakan terhadap mangga bapang.
C. Perumusan masalah
Atas dasar penentuan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka penulis dapat mengambil perumusan masalah sebagai berikut:
“Bagainana perkembangan mangga bapang sekarang ini ?”

D. Fungsi penelitian
Fungsi penelitian ini adalah sebagai informasi bagi masyarakat Indramayu khususnya dan umumnya untuk masyarakat luar tentang keadaan mangga bapang.
1. Untuk mengetahui penyebab hilangnya mangga bapang.
2. Untuk mengetahui dampak dari hilangnya mangga bapang.
E. Tujuan penulisan
Penelitian ini dilakukan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan yang dapat bermanfaat bagi para generasi muda dalam pemahaman tentang budidaya mangga.

F. Metode penulisan
Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis menggunakan metode teknik pengamatan tidak langsung pada lapangan. Tidak hanya itu, penulis juga mencari bahan dan sumber-sumber dari media masa elektronik yang berjangkauan luas (internet).
G. Hipotesis
1. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pembudidayaan mangga bapang yang sering tidak dimanfaatkan buahnya.
2. Kepunahan buah mangga bapang benar-benar sudah dirasakan.
3. Kepunahan terjadi karena masyarakat banyak yang tidak menyukai mangga bapang.
4. Adanya kepunahan menyebabkan generasi penerus tidak pernah merasakan adanya mangga bapang.
5. Hilangnya salah satu spesies membawa negatif bagi lingkungan.

 

BAB 2
KERANGKA TEORI
A. PEMBAHASAN

Kelangkaan adalah sedikit atau terbatasnya jumlah salah satu spesies (jenis) yang ada di lingkungan bahkan bisa dikatakan berada diambang kepunahan.
Terjadinya kepunahan dimulai dari kenyataan bahwa sebagian masyarakat Indramayu sudah tidak lagi membudidayakan mangga bapang. Pada tahun 2000-an, di perkarangan masyarakat Indramayu khususnya Kec. Haurgeulis ( Sumurbandung, Ds. Cipancuh ) masih banyak tumbuh pohon mangga bapang. Selang beberapa tahun kedepan, mangga bapang tidak dilirik oleh penikmat buah mangga. Dikarenakan buahnya kecil, berserat banyak dan kasar dan murah harganya jika dipasarkan. Yang menarik pada mangga bapang adalah aromanya yang khas, rasa yang manis dan tidak perih di lambung. Mungkim dari kekurangan mangga bapang inilah yang menyebabkan masyarakat sekitar tidak lagi tertarik untuk membudidayakan mangga bapang ini. Terlantarnya mangga ini menimbulkan adanya jenis baru yang menyaingi mangga bapang. Diantaranya mangga cengkir (mangga dermayu), gedong gincu dan harum manis.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s